Pamekasan, Jatimtalk.com – Madura United menjadikan derby Suramadu sebagai momentum penting untuk memperbaiki posisi di klasemen Super League.
Menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke 16, Laskar Sape Kerrab bertekad mengamankan poin penuh meski laga digelar tanpa penonton di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Performa Madura United dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan tren positif.
Organisasi permainan dinilai lebih rapi, sementara efektivitas penyelesaian akhir mulai terlihat.
Modal tersebut menjadi pegangan tim jelang menghadapi rival regionalnya.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, mengakui waktu persiapan tim cukup terbatas.
Skuadnya baru saja menjalani pertandingan pada akhir pekan lalu sehingga fokus utama berada pada pemulihan kondisi fisik pemain.
“Kami tidak punya banyak waktu. Setelah pertandingan terakhir, pemulihan pemain menjadi prioritas. Tapi tim siap dan tetap fokus. Ini pertandingan besar dan pemain paham tanggung jawab mereka,” kata Carlos dalam jumpa pers, Jumat (2/1/2026).
Carlos menegaskan kemenangan atas Persebaya akan memberi dampak signifikan bagi posisi Madura United di klasemen.
Menurutnya, tiga poin di laga ini bisa menjadi titik balik perjalanan tim di paruh musim.
“Jika kami bisa mendapatkan tiga poin, itu sangat penting untuk memperbaiki posisi kami,” ujarnya.
Derby Suramadu kali ini akan berlangsung dalam suasana berbeda.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi pengamanan, pertandingan diputuskan digelar tanpa kehadiran penonton.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kelancaran dan keamanan jalannya laga.
Meski tanpa dukungan langsung suporter di stadion, Madura United tetap berharap momentum positif yang sedang dibangun dapat berlanjut.
Derby Suramadu pun dipastikan tetap berlangsung panas meski dimainkan di tribun kosong.



