Pamekasan, Jatimtalk.com – Pertandingan Madura United kontra PSIM Yogyakarta tak berhenti ramai saat peluit panjang dibunyikan. Duel yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan itu kini berujung sanksi dari Komite Disiplin PSSI, menyusul sejumlah insiden di dalam dan luar lapangan yang dinilai melanggar regulasi pertandingan.
Madura United dijatuhi total denda Rp140 juta. Sebagian besar berasal dari penyalaan sembilan flare di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, sementara dua sanksi lain dijatuhkan kepada Nur Diansyah dan Miswar Saputra akibat kartu merah.
Direktur Utama PBMB, Annisa Zhafarina, memastikan klub menerima keputusan Komdis PSSI. Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi tidak berhenti pada pemain dan suporter semata.
“Denda total Rp140 juta menjadi bahan evaluasi serius bagi klub, khususnya terkait kedisiplinan pemain dan pengelolaan suporter,” kata Annisa, Kamis (29/1/2026).
Menurut Annisa, dalam pertandingan tersebut terdapat sejumlah keputusan wasit yang dinilai tidak proporsional dan memicu ketegangan di lapangan.
Situasi itu, kata dia, berpotensi memengaruhi emosi pemain dan jalannya pertandingan.
“Kami menilai masih terdapat sejumlah keputusan pelanggaran yang kerap tidak masuk akal dan berpotensi memicu emosi pemain di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai konsistensi dan ketegasan perangkat pertandingan menjadi faktor krusial untuk menjaga kualitas kompetisi.
“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas, sportivitas, dan keadilan kompetisi,” tegas Annisa.
Manajemen Madura United, lanjut Annisa, tetap berkomitmen melakukan pembenahan internal agar kejadian serupa tidak terulang.
Di saat yang sama, ia berharap seluruh elemen sepak bola nasional menjalankan peran secara profesional.
“Ke depan, Madura United berkomitmen melakukan pembenahan internal, sembari berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara profesional agar kompetisi berjalan lebih sehat,” tandasnya.



