Surabaya, Jatimtalk.com – Kiper Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani, memastikan bulan Ramadan tidak mengurangi komitmennya menjaga performa di bawah mistar. Meski menjalani ibadah puasa, program latihan tetap dijalankan bersama skuad Bajol Ijo dengan sejumlah penyesuaian.

Sebagai penjaga gawang, Andhika memahami bahwa porsi latihan yang ia jalani relatif lebih berat dibanding pemain lain. Latihan refleks, duel bola atas hingga distribusi bola tetap menjadi menu utama. Namun hal itu tak membuatnya mengendur.

“Kami mengikuti arahan pelatih. Jika di bulan biasa intensitasnya lebih tinggi, di bulan Ramadan ini memang tidak memungkinkan latihan dengan intensitas serupa,” ujar Andhika Ramadhani, Selasa (24/2/2026).

“kecuali jika Coach Tavares memberikan latihan pada malam hari. Karena tahun kemarin juga sama, kami latihan setiap hari, jadi kami sudah terbiasa,” imbuhnya.

Kiper berusia 27 tahun itu menilai kunci menjalani latihan saat puasa ada pada pengaturan energi dan disiplin menjaga kondisi tubuh.

Ia mengaku pengalaman musim-musim sebelumnya membantunya beradaptasi tanpa harus mengorbankan performa.

Di sisi lain, pelatih Persebaya Bernardo Tavares memilih mengurangi sedikit intensitas latihan.

Fokus tim pelatih adalah menjaga kebugaran pemain agar tidak mengalami kelelahan berlebih yang berpotensi memicu cedera.

Keputusan itu diambil mengingat jadwal Persebaya cukup padat sepanjang Ramadan. Setelah menghadapi Persijap Jepara, Bajol Ijo masih ditunggu laga melawan PSM Makassar pada 25 Februari, lalu Persib Bandung dan Borneo FC pada awal Maret.

Dengan rangkaian pertandingan tersebut, konsistensi fisik dan kesiapan mental menjadi tantangan tersendiri.

Andhika pun menegaskan dirinya siap menjaga gawang Persebaya tetap aman, tanpa menjadikan puasa sebagai alasan turunnya performa.