PAMEKASAN – Madura United memanfaatkan jeda Liga 1 dengan cara berbeda. Alih-alih sekadar menjaga kebugaran lewat latihan rutin, tim berjuluk Sapeh Kerrab itu memilih menggelar latihan gabungan antara skuad utama dan Akademi U20.
Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu, Zia Ul Haq, menyebut langkah ini sebagai strategi ganda: menjaga ritme tim senior sekaligus menguji kesiapan tim muda yang sebentar lagi turun di Elite Pro Academy (EPA).
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari fasilitas yang kami berikan di akademi, di mana para pemain muda mendapat kesempatan berlatih dan bertanding langsung dengan tim senior” ujar Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu, Zia Ul Haq, Jumat (03/10/2025).
“Bahkan, tidak menutup kemungkinan ke depan ada pemain akademi yang bisa diproyeksikan untuk magang bersama skuad utama,” tambahnya.
Manfaatnya jelas terasa di dua sisi. Pemain senior tetap terjaga kebugarannya selama kompetisi berhenti, sementara para pemain akademi bisa mengukur kemampuan sekaligus belajar dari para idola mereka.
Atmosfer kompetitif di dalam satu lapangan diharapkan jadi bekal berharga bagi skuad muda.
“Kami ingin memastikan kesinambungan pembinaan berjalan baik, karena masa depan Madura United ada di tangan generasi muda ini. Dukungan penuh dari semua pihak tentu sangat kami harapkan, baik untuk tim senior di Liga 1 maupun akademi yang akan berkompetisi di EPA,” katanya.
Madura United memang dikenal sebagai klub yang serius dengan fondasi pembinaan. Agenda latihan gabungan ini semakin menegaskan komitmen tersebut.
Lebih dari sekadar latihan, ini adalah investasi jangka panjang agar talenta lokal Madura punya jalan jelas menuju level profesional.
Dengan langkah ini, Sapeh Kerrab tak hanya menjaga performa di kompetisi, tapi juga menyiapkan pewaris yang siap melanjutkan estafet.
Regenerasi yang terjaga inilah yang bisa menjamin Madura United tetap kompetitif dalam jangka panjang. (*)



