SIDOARJO – Upaya memperluas peran UMKM ke sektor olahraga mulai diterapkan pada level klub. Deltras FC menjadi salah satu tim yang dikunjungi Kementerian Koperasi dan UMKM untuk pemetaan awal program holding UMKM serta rencana sinergi pengelolaan kawasan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (4/12/2025).

Tenaga Ahli Menteri Bidang Kemitraan Kementerian Koperasi dan UMKM, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari MoU tiga kementerian, yaitu Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang menekankan pemanfaatan stadion sebagai ruang aktivitas ekonomi.

“Jadi kolaborasi ini tentang optimalisasi pemanfaatan stadion sepak bola dan kawasannya. Tujuannya mewujudkan kebermanfaatan nilai ekonomi antara klub sepakbola dengan pengusaha mikro kecil dan menengah yang berada dalam ekosistem stadion dan kawasannya,” kata Budi.

Ia menyebut terdapat 20 stadion yang masuk dalam lingkup program ini dengan variasi skema pengelolaan yang melibatkan UMKM dari kalangan suporter maupun non suporter.

“Jadi strategy pengelolaan ini adalah kerja sama dengan klub sepakbola dan pengusaha UMKM, baik yang berasal dari suporter maupun non suporter. Karena sebagian profesi suporter adalah UMKM. Kami melihat pentingnya melibatkan suporter. Sedangkan UMKM yang non suporter ini adalah mitra atau pihak ketiga,” tambahnya.

Dari sisi klub, Deltras FC menilai kolaborasi ini dapat membuka ruang baru bagi UMKM lokal.

“Ini menjadi salah satu pengalaman baru untuk mengembangkan UMKM di dalam stadion. Jika ini bisa menjadi besar tentu akan banyak yang menjadi rujukan,” ujar CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin.

Kunjungan tersebut juga melibatkan Dispora Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Dispora Sidoarjo, serta Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo untuk mengidentifikasi potensi kawasan Gelora Delta.

Sekretaris Deputi Usaha Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM, Fitri Rinaldi, menyebut kawasan itu saat ini berada di bawah pengelolaan Dispora Sidoarjo dan memiliki peluang pengembangan ekonomi.

“Dari diskusi bersama, tim melihat potensi yang cukup besar apabila dilakukan sinergi bersama sehingga berdampak secara signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya UMKM, serta mampu mengoptimalkan seluruh kawasan yang ada,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penerapan program holding UMKM dan implementasi MoU tiga kementerian di sektor sepak bola.